Mp3 recording

Showing posts sorted by relevance for query tertunda. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query tertunda. Sort by date Show all posts

Friday, June 8, 2018

China 006 Guilin: Elephant Trunk Hill and Prince's Palace


Guilin
Tujuan: Danau Rong, Elephant Trunk Hill, Prince Palace.

Guilin dikenal orang karena keindahannnya. Banyak penulis cerita terinspirasi karena keindahannya.  Berikut adalah salah satu cerita yg menyinggung tentang Guilin.
http://mandarinhobby1.blogspot.com/search?q=tertunda


Kami menghabiskan 3 hari dan 2 malam di kota ini.


Hari pertama: Danau Rong.

Karena sudah tengah hari kami berkeliling hotel Rong dan explore makanan di sekitar hotel, jalan kaki keliling kota sambil mencicipi makanan di Gang Duomu dan mengamati kebiasaan orang lokal. Pemandangan di Danau Rong bisa dilihat di cerita sebelumnya http://mandarinhobby1.blogspot.com/search/label/China%20004%20Explore%20pemandangan%20di%20sekitar%20Danau%20Rong


Hari kedua: Elephant Trunk Hill

 Saat itu adalah bulan Mei tgl 9, 2018 dan kami tidak mengira bahwa itu adalah musim hujan. Hari itu tour di Guilin diselingi hujan dan membuat kami cukup repot karena harus berteduh dan cukup banyak waktu terbuang karenanya. Namun menarik bahwa orang Guilin memakai bukan hanya jas hujan utk menutupi tubuh mereka tapi juga punya selongsong/ jas hujan sepatu. Itu pertama kalinya kami lihat jas hujan utk sepatu...

Ternyata iseng2 cari di toko online Indonesiapun sudah tersedia.... spt  foto berikut yg diambil dari bukalapak.com
Cover Hujan Sepatu XL
foto dari situs bukalapak.com
Hal yang membuat kami kurang suka di sana adalah sulitnya cari toilet. Tidak seperti di Indonesia, setiap toko pasti punya toilet dalam. Nah, di sana rata2 toko tidak punya toilet. Bahkan saat kami membeli roti atau makanan atau minuman dari tokonya karena ingin menumpang ke toilet pun, mereka bilang mereka tidak punya toilet....sehingga saya harus menahan buang air kecil selama beberapa jam!!

Akhirnya tibalah kami ke tujuan Elephant Trunk Hill
Harga tiket Rp.150.000 
Sebenarnya Elephant trunk adalah sebuah bukit dengan lubang di tengahnya dan karena lubang tersebut, maka bentuk bukit tersebut menyerupai bentuk belalai gajah.

Karena hari sudah sore dan merasa cukup melihatnya dari luar saja, dan merasa tidak ada kegiatan lain yg menarik di dalamnya kecuali foto dg bukitnya, maka kami memutuskan hanya foto2 di luar tempat wisata dan lembah, di taman dan melihat pagoda kembar dari jauh.



foto yg kami ambil di sekitar Elephant Trunk Hill 
Hasil gambar untuk elephant trunk hill
Yg ini foto dari situs lain krn kami ga masuk ke sini. Credit picture: https://www.thousandwonders.net/Elephant+Trunk+Hill
Credit photo: a friend in China

Twin pagoda merupakan pagoda yg melambangkan yin dan yang (dua kekuatan yaitu bulan dan matahari), pada malam hari pagoda bulan akan dihiasi dg lampu putih keperakan dan pagoda matahari dihiasi lampu kuning keemasan. Pengunjung tidak perlu membayar tiket untuk melihat dari luar saja.




Malam hari taman di sekitar elephant hill dihiasi lampu2 berbagai warna... namun hujan membuat perjalanan kami terhambat dan harus berteduh di sebuah gedung yg menjual oleh2. Kami menikmati makan malam di sebuah jalan yg ramai dan saat jalan pulang mampir ke toko oleh2 membeli souvenir.

Hari ketiga: Jingjiang Princes' Palace 靖江王府

靖江=Jing4jiang1 (nama sebuah propinsi di Guilin, Guangxi, China)
王= wang2= raja
府= fu3 = kantor pemerintah

Harga tiket masuk dewasa 120 RMB
Harga tiket anak di bawah umur 18 th 60RMB 


Sayangnya di sini tidak bebas mengambil foto, dan video, terutama objek2 di dalam istana, jadi kami tidak terlalu happy karenanya. Dan penjelasan tiap objek di dalam istana dalam bahasa mandarin, jadi tidak terlalu mengerti dan agak membosankan.

 Di tempat ini kami juga memasuki bagian istana di mana kami bisa masuk ke gua di dalam tebing batu yg amat tinggi yg disebut sebagai Solitary Beauty Peak yang dindingnya dihiasi tulisan mandarin.

 Melihat pahatan di dinding gunung pada posisi amat tinggi jadi ingat film silat di mana tokohnya menulis di dinding sambil terbang dg ilmu meringankan tubuhnya. Benar2 luar biasa!!











Nah trip kami selanjutnya adalah ke YangShuo, letaknya masih di daerah Guilin juga tapi ini lebih naik ke gunung...
Dan pemandangan di Yangshuo benar2 sangat indah...
Oke...ceritanya berlanjut ya ke China 007
China 007 Hampir jadi korban kejahatan


Wednesday, May 30, 2018

China 007 Hampir jadi korban kejahatan

Pengalaman naik Didi (taxi online China)

Kunjungan ke Jingjiang Wangfu/ Prince Palace hanya berlangsung kurang lebih 2,5 jam saja dan kami hanya mengekor  tur guide kami saja, dan mendengarkan dia berceloteh dlm bhs mandarin utk menjelaskan objek dalam istana yg mirip musium.  Jadi kami tidak bebas mengesplorasi istana yg amat besar itu.

Tur berakhir di tempat suvenir di pintu keluar...Wah...sudah keluar nih, jadi tidak bisa masuk lagi pikir kami.
Memandang sekeliling kami, ternyata kami sudah ada di pelataran parkir.

Akhirnya kami pun memutuskan utk pulang ke hotel dan bersiap naik taxi ke Yangsuo.

Baru saja keluar dari Prince Palace seorang supir taxi menghampiri kami dan menanyakan tujuan kami selanjutnya, kami menyebutkan nama hotel kami...setelah harga oke, kamipun naik taxinya dia.

 Sebenarnya kami tadinya mau naik Didi, yaitu taxi online sejenis Grab yg perusahaan pengelolanya adalah dari negara China sendiri. Apalagi setelah seorang ibu dari Malaysia juga cerita kalau taxi biasa kadang membuat kita putar2 kota sehingga ongkos taxi akan lebih mahal.

Namun karena taxi ini sudah di depan mata dan kami pikir pesan Didi juga rumit krn no Hp suami adalah nomor Indonesia, maka kamipun memutuskan naik taxi ini. Dan sampai hari itu kami belum pernah pesan Didi.

Nah... bisa pembaca duga, supir taxi ini sepanjang perjalanan dia berusaha menjual produk tour yg katanya harganya lebih murah daripada agent2 tour yg lain. Sangking antusiasnya aduh...itu orang ngomong tanpa titik koma, selain ngebut, juga ga pake nafas....pusing kita mendengarnya. Akhirnya agar tidak ditekan terus kami bilang bhw kami masih menunggu teman kami utk buat keputusan ke mana mau pergi dan akhirnya diapun diam...(peace, man..!)

Dalam obrolan selama beberapa menit itu, dia bilang bisa antar kami ke Yangsuo dengan mobilnya, bahkan dia akan kasih bonus antar kami makan siang dulu di sebuah restoran yg enak di Guilin yg katanya tidak mahal tempatnya.

Sewaktu menunggu kami mengambil tas koper kami yg sdh kami siapkan sebelumnya di lobby hotel, kami mengamati bhw dia selalu sibuk dg handphonenya menelpon orang2. Bahkan di atas mobil dia terus sibuk telfon.Dengan bahasa mandarin kami yg masih terbatas kami bisa tahu kalau dia menelpon restoran yg akan dituju. (Ya..menurut kami masih okelah karena mungkin dia minta komisi dari restoran tsb, tapi kami jadi menebak-nebak bhw kami akan dibawa ke restoran yg mahal)

Satu dua menit kemudian kami sampai di restoran seafood di dekat lokasi Elephant trunk hill. Kami dari hari sebelumnya merasa bhw daerah yg Elephant trunk hill ini termasuk daerah yg cukup mahal krn dekat dg objek wisata. Jadi kata2nya bhw resto ini tidak mahal sudah kami curigai kebenarannya.

Setelah itu dia secara spesifik menunjuk satu resto yg katanya enak itu...padahal di kanan kiri resto itu banyak juga resto yg lain. Dari cara bicara dan bahasa tubuhnya, dan tangannya berulang2 menunjuk ke resto yg dia maksud, kami merasa seolah-olah kami harus masuk ke resto yg dia tunjuk tersebut dan jika tidak dia tidak akan senang.

Untuk menghindari kondisi yg sudah tidak enak, akhirnya kamipun bilang kami tidak jadi makan krn masih kenyang, dan minta dia utk antar kami ke Yangsuo saja.

Jarak ke Yangsuo bisa ditempuh kira2 dalam wkt 1 jam, kami krn masih punya roti kami tenang2 saja jika jam makan tertunda satu jam.

Baru saja kami bilang kami langsung ke Yangsuo saja, dia mulai telpon lagi...pertama ke resto tadi utk memberi tahu kalau kunjungan kami batal. Tidak hanya sebatas itu, setelah itu dia sepertinya menelpon istrinya dan setelah itu dia menelpon temannya. Dan terlihat juga kalau dia kesal krn kami tidak mau makan di situ.

Sementara itu suamiku yg sudah curiga, semakin waspada selalu memantau perjalanan kami dg google mapsnya. Bahkan dia sudah foto QR wechat taxi yg kami naiki itu...
Sewaktu supir ini tdk belok ke arah yg dianjurkan google maps dia mulai curiga. Akhirnya supir itu selesai juga menelpon dan dia bilang dia harus menjemput temannya dulu sebelum antar kami ke Yangshuo.

Suamiku bilang," weishenme? Wo buyao ni dai ni de pengyou!" (Ada apa? Saya ga mau kalau kamu bawa teman kamu)

Supir itu bilang "shi wo de pengyou dai ni qu Yangshuo"
(Teman saya yg bawa kalian ke Yangsuo)

"Bu yao ni de pengyou.." (Kami ga mau dengan teman kamu) balas suamiku.

"Wo pengyou shi hao ren. Nimen keyi xiangxin ta"
(Teman saya orang baik2. Kalian bisa percaya sama dia)

"Wo buyao!"(Saya ga mau) suamiku mulai marah "Qing ting che" (Hentikan mobil!!)

Supir itu masih blm berhenti sambil cari alasan agar kami mau dibawa temannya,jadi suamiku dg tegas ulangi perintahnya "ting che"
Suamiku perintahkan dia buka bagasi dan segera kami turunkan barang2 kami dan anak2 semua sdh turun barulah suamiku turun dari taxi tersebut...berjaga2 kalau tas kami dibawa kabur bisa susah kita tanpa baju ganti..!!!! LOL

Kami diturunin di tempat yg kami tidak tahu jelas apa namanya. Untungnya saat itu siang hari dan itu bukanlah daerah yg sepi sehingga kami tidak takut.

Dengan 2 koper besar dan tiap orang bawa ransel masing2 dan 1 tas camping yg cukup besar... kami harus putuskan bgm meneruskan perjalanan kami. Akhirnya itulah pertama kalinya suamiku mencoba pesan Didi. Hati kami berdebar2 krn sebelumnya sudah coba pesan Didi tapi gagal. Dan betapa leganya saat aplikasi di HP suamiku menyatakan pesanan berhasil....!!!!

Akhirnya Didi kami datang juga. Yang lebih lega dan menghibur adalah Didi yg kami pesan ini mobilnya masih baru, dan jauh lebih nyaman daripada naik taxi yg tadi kami naiki.

Dengannya kami diantar sampai ke kota Yangshuo yg indah...
Welcome to yangshuo....

Bersambung....
China 008 Yangsuo di malam hari






















Thursday, March 29, 2018

SCP 018 JIEHUN (Pernikahan yg tertunda),

A passage taken from:     Beginning Mandarin Chinese; A Literacy Training Companion, 1993   


18


.
Menikah
Jiéhūn
结婚
Billy
Bǐlì
比利
adalah
shì
orang Amerika
Měiguórén
美国人


,
di
zài
Amerika
Měiguó
美国
bank
yínháng
银行
bekerja
gōngzuò
工作


Dia
–/punya
de
calon istri
wèihūnqī
未婚妻
adalah
shì
seorang
yíwèi
一位
Inggris
Yīngguó
英国
gadis
gūniang
姑娘


,
sekarang
xiànzài
现在
sedang
zhèng
di
zài
Universitas
dàxué
大学
belajar
niànshū
念书


Ini
Zhège
这个
akhir pekan
zhōumò
周末
mereka
tāmen
他们
akan
jiùyào
就要
menikah
jiéhūnle
结婚了


,
Billy
Bǐlì
比利
sangatlah
fēicháng
非常
senang
gāoxìng
高兴


Mereka
Tāmen
他们
sebenarnya
běnlái
本来
ingin
xiǎng
tahun lalu
qùnián
去年
menikah
jiéhūn
结婚


Tapi
Kěshì
可是
waktu itu
nàgèshíhòu
那个时候
Amerika
Měiguó
美国
bank
yínháng
银行
sedang
zhèngzài
正在
dan/dg
gēn
China
Zhōngguó
中国
melakukan bisnis
zuòshēngyì
做生意


Billy
Bǐlì
比利
akan
huì
berbahasa
shuō
Mandarin
Zhōngwén
中文


,
dia
sering
chángcháng
常常
harus
yào
ke
dào
China
Zhōngguó
中国
pergi


Billy
Bǐlì
比利
di
zài
China
Zhōngguó
中国
bekerja
gōngzuò
工作
pada saat itu
de shíhou
的时候


,
telah pergi ke
qùguo
去过
banyak
hěn duō
很多
tempat
dìfāng
地方


,
tapi
kěshì
可是
belum
méi
pergi ke
qùguo
去过
Guilin
Guìlín
桂林


Sekarang
Xiànzài
现在


,
Billy
Bǐlì
比利
tidak
terlalu sibuk
tàimáng
太忙
le


,
dia
dari
cóng
Beijing
Běijīng
北京
me...
gěi
sedang
zhèng
di
zài
Universitas
dàxué
大学
belajar
niànshū
念书
de
calon istri
wèihūnqī
未婚妻
...nelpon
dǎdiànhuà
打电话
berkata
shuō


:


Kita
Wǒmen
我们
menikah
jiéhūn
结婚
setelah itu
yǐhòu
以后
ke
dào
Guilin
Guìlín
桂林
untuk
tamasya
lǚxíng
旅行


,
bagaimana
zěnmeyàng
怎么样


?”
Dia
–/punya
de
calon istri
wèihūnqī
未婚妻
berkata
shuō


:


Oke
Hǎo


Dengar2
Tīngshuō
听说
Guilin
Guìlín
桂林
adalah
shì
suatu
yíge
一个
sangatlah
fēicháng
非常
indah
piàoliàng
漂亮
–/punya
de
tempat
dìfāng
地方


,
kita
wǒmen
我们
oleh karena itu
jiù
pergi ke
Guilin
Guìlín
桂林
ba


!”